10 Responses to “Kebiasaan Sederhana Agar Bayi Lancar Bicara”

  1. citra p.h. says:

    informasi ini bermanfaat buat saya.
    saya seorang pns bekerja di bidang teknis khususnya pertanian, jadi cukup sibuk. saya punya anak perempuan usia 1,5 tahun. Yang saya kuatirkan, sampai skrg dia hanya bisa ucapkan satu suku kata dgn intonasi akhir meninggi, mis : maa… paa.., haaa… baaa.. lalu ada kata kata yang diucapakan selayaknya org mengoceh, namun tidak jelas. kebetulan saya selalu sempatkan waktu utk memandikan dia, dan saya selalu berkata “mandi” sepanjang acara mandi itu….. dan dia mengikutinya dgm ” ndi..”
    apakah anak saya mengalami terlambat bicara ya bu.?

    • Erin_SdS says:

      Halo Ibu Citra,
      Terimakasih telah berkunjung dan Sharing di Sini.

      Menurut saya, putri ibu masih dalam batas kewajaran. Masa tumbuh kembang anak biasanya usia kurang lebih 1 tahun adalah berjalan, lalu disusul usia kurang lebih 1,5 tahun berbicara. Mungkin karena faktor kesibukan orangtua, khususnya Anda sebagai ibu, jadi intensitas bertemu dengan si kecil dan mengajaknya berbicara kurang. Untuk itu, mulai tambah intensitas mengajaknya berbicara. Mengajarkan kosakata-kosakata baru. Atau Anda perbanyak berbicara dengan ayahnya, saat ada dia. Anak balita cerdas, dia dapat belajar menangkap kata-kata yang diucapkan kedua orangtuanya atau orang sekitar di rumah. Tidak lupa selama Anda bekerja, Anda dapat mendelegasikan tugas kepada asisten yang merawat putri Anda (pembantu/nenek/kakek si bayi)untuk lebih sering mengajaknya berbicara, cerewet mengenalkan hal-hal/benda-benda yang ada di sekitar Anda dan apa yang ia lihat. Dengan lebih aktif mengajarkan kosakata baru dan mengajaknya ngobrol, biasanya si kecil akan bertambah pintar dengan cepat.

      Semoga masukannya bermanfaat

  2. tatik pawitri says:

    Halo bun,,, informasinya bermanfaat buat saya. Baby saya 10M 12D. Sdh berjalan, jika melatihnya berbicara itu apakah harus face to face? Terkadang baby saya tidak perhatikan mulut atau muka saya, tp sy tetap berusaha mengoceh sambil mengulang kosa kata. Mohon infonya bun. Terimakasih

    • Erin_SdS says:

      Halo Bunda Tatik Pratiwi, terimakasih telah berkunjung dan sharing di sini.

      Menurut saya, sebaiknya sesekali intensifkan mengajari anak-anak balita kita, terutama yang belum bisa/belum lancar berbicara dengan bertatap muka. Cara ini tentu lebih efektif untuk anak menyerap apa yang kita ucapkan. Sehingga dia memperhatikan mata dan mulut kita, cara penyampaian dan me-lafadz-kan suatu kata dengan benar.

      Anak-anak yang sedang pada tahap belajar bicara, dia bisa menyerap dari apa yang ia ndengar saja, namun kadang mereka salah saat ia menyamppaikan/mengucapkan/melafadzkannya.

      Contoh pada pengalaman anak saya: Mama, bupa ini. (sambil menunjuk-nunjuk suatu barang)

      Maksudnya adalah: Mama, buka ini. (minta tolong dibuka-kan sesuatu)

      Dia mengucapkan “BUPA” yang seharusnya “BUKA”

      Sebagai orangtua, tentu kita perlu mengoreksi apa yang ia ucapkan salah, dengan perlahan, dan cara efektifnya adalah saling berhadapan face to face.

      “Bukan BUPA, nak… tapi BUKA”.

      Nah, disinilah pentingnya mengajarkan kosakata-kosakata baru dengan cara saling berhadapan/bertatapan muka antara orangtua dan anak, selain itu cara ini juga lebih mengeratkan emosisonal anak dan orangtua dari tatapan mata.

  3. Atie says:

    Dear mom,
    Saya seorang ibu pekerja, putri saya umurnya 16 bulan tetapi putri saya belum berani jalan sendiri, dia jalannya harus memegang jari pengasuhnya padahal dia pernah bisa jalan sendiri tetapi besoknya dia sakit akhirnya setelah sembuh dia ga mau jalan sendiri lagi gimana ya mom cara mengatasinya..? dan dia juga bicaranya masih sedikit-sedikit padahal setiap hari saya dan pengasuhnya selalu mengajak ngobrol dan bercerita, gimana ya mom normal apa ga ya…?
    Mohon dibantu moms… terima kasih…

    • Erin_SdS says:

      Halo Mom Atie..

      Coba lebih sering dilatih. Jika saat ini si kecil lebih manja ke pengasuhnya. Coba, Anda / suami mengusahakan waktu disela-sela kesibukan Anda (misal: sebelum berangkat kantor, sepulang kantor atau ketika weekend), untuk melatihnya lebih disiplin belajar berjalan. Anda dan suami berdiri / agak berjongkok pada jarak tertentu. si anak diberi aba-aba untuk jalan beberapa langkah menghampiri Anda/suami. Mengajak dan mensupport dia dengan hati gembira. Intensitaskan latihan ini.

      Lalu, boleh Anda ganti, Anda dan si pengasuh, seperti trik serupa diatas. Yang intinya, perlahan mengalihkan kebiasaannya anak berjalan minta dipegangi dan manja kepada si embak. Lalu jika sudah mau, lanjutkan kebiasaan oleh si embak. Dia hanya sebatas menjaga/mengawasinya dari jarak tertentu.

      Dalam mengajari anak berjalan, Ketika si anak terjatuh dengan sendirinya, sebaiknya para orangtua tidak perlu heboh atau teriak. Hal ini malah yang akan menimbulkan anak kaget dan menangis kencang. Support saja dengan kata-kata, misalnya: Wahh pinter belajar jalannya, ayok bangun lagi, Jalan lagi yuk.. Tidak sakit kan.. (sambil periksa apakah ada luka).

      Masalah bicara, tidak perlu khawatir, usia di bawah 2 tahun wajar jika belum lancar benar / masih sedikit. Coba terus berusaha berdialog dengan si anak, seperti mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana. Dan mengenalkan jawabannya, jika dia belum tau. Sehingga anak menirukan kata-kata itu, terutama kosakata-kosakata baru, untuk perbendaharaan kosakatanya.

      Semoga membantu masukannya.

  4. Elly Shoffan says:

    bun, saya mau tanya, anak saya usianya 19bln, tapi blm lancar bicaranya. dia terlalu aktif sehingga sulit sekali fokus.bahkan tdk mau melihat bibir/wajah saya.tapi dia paling suka dengerin lagu anak2. dia paling pinter nirukan nadanya bahkan kadang dia nirukan kata2 belankangnya aja. misalnya satu dia bilang tu,,,,,bahagia,dia bilang ya,,,,,dll.tapi dia bisa kata2 mama,papa,maem,aduh,emoh,dada aja.
    gmn caranya ya bun biar anak saya bisa fokus n merhatikan saya kalau pas saya ajarin ngomong?
    ada yg bilang suruh dikerok lidahnya sama cincin emas supaya lancar bicaranya?emang gitu itu pengaruh y?tp saya tdk percaya yg begituan apalagi tdk ada hasil penelitian secara tertulis ttg hal itu. ttp ada yg buktikan bisa?mohon infonya y bun,,,,
    saya pingin anak saya lebih lancar bicaranya.
    thanks befor :-)

  5. evy says:

    Dear Mom,

    Saya mau tanya anak saya usia 3 bulan 7 hari sampai dengan saat ini masih sedikit mengocehnya. Kadang hanya tersenyum saja kalau diajak bicara, sesekali mau merespon dengan ocehan. tapi sering juga pada saat diajak bicara sering tidak fokus, dan tidak menatap mata kita.
    Apakah hal tersebut masih termasuk kategori normal? Saya khawatir ada masalah dengan bayi saya.

    Terima kasih.

  6. fransiskus says:

    anak saya sudah 1,5 tahun tapi bicaranya belum benar. paling bisa hanya mama, daddy. padahal dia gemar menonton televisi. saya juga sering mengajarinya bicara tapi ga pernah berhasil. harus bagaimana ya?

Leave a Reply

Security Code * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.